PPID

Kabupaten Dharmasraya

TERINSPIRASI LANTARAN DEMAM FESTIVAL PAMALAYU

gambar
TERINSPIRASI LANTARAN DEMAM FESTIVAL PAMALAYU

BUMNag Bukit Gadang Sikabau Menjajal Bisnis Kreatif

“Semoga saja kegiatan-kegiatan budaya seperti ini, terlebih yang dikemas apik dengan gelaran festival akbar, akan membuat multiflier effect bagi msyarakat Dharmasraya”, ujar Setri Yasra, redaktur Majalah Tempo, saat sesi diskusi Pembukaan Festival Pamalayu di Museum Nasional pada 22 Agustus yang lalu.

Multiflier efek yang dimaksud adalah efek lain yang muncul dari gelaran Festival Pamalayu itu dari berbagai bidang. Di bidang sosial budaya misalnya, disadari atau tidak, kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan dan sungai bersih telah muncul perlahan. Masyarakat bergiat bersama pemerintah daerah melakukan gotong royong di berbagai lokasi dan lain sebagainya. Di bidang ekonomi, diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan diadakannya festival ini. Banyaknya pengunjung yang hadir di Dharmasraya dalam rentang waktu Agustus 2019 hingga Januari 2020 tentu menjadi lahan bisnis yang mendongkrak perekonomian.

Salah satu efek pengganda yang saat ini terlihat, terutama dari sisi ekonomi adalah tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. Beberapa kelompok usaha kecil memproduksi kaos dengan tema “Festival Pamalayu”. Pada lini masa media sosial kita, terutama facebook dan Instagram, lalu lalang iklan tentang “Kaos viral” ini, dengan rupa-rupa desain, warna dan harga yang beragam.

Advertising “Anak Nagari”, sebuah badan usaha bidang periklanan, percetakan, konsep dan desain yang berada di bawah naungan BumNag Bukit Gadang Mandiri Nagari Sikabau melihat dan memanfaatkan even Festival Pamalayu ini sebagai ladang ekonomi baru. Di bawah kepemimpinan Wali Nagari Abdul Razak, badan usaha ini memproduksi berbagai souvenir terkait Festival Pamalayu.

“Kaos dan topi yang paling banyak dicari’, ujar pak wali Razak saat mengawasi produksi di ruang pamer dan bengkel kerja Advertising Anak Nagari di sebelah Kantor Wali Nagari Sikabau.

Selain kaos dan topi, badan usaha ini juga memproduksi kaos anak, mug, wadah air minum, bingkai foto dan berbagai souvenir lain. “tapi produksi kita untuk souvenir selain kaos dan topi agak terhambat karena ketersediaan bahan mentah”, imbuh Rosyid, salah seorang pengelola advertising Anak Nagari.

“InsyaAllah pada kegiatan puncak festival pamalayu nanti, produk-produk souvenir kita ini akan dijual dan dipamerkan di stan BumNag Sikabau di Candi Padang Roco”, lebih lanjut Wali Nagari Sikabau Abdul Razak menambahkan.

Ditemui di tempat berbeda, Budi Waluyo, Kabag Humas Sekretariat Kabupaten Dharmasraya menambahkan, tema “Merayakan Dharmasraya” mempunyai arti yang cukup luas, secara makna bagi masyarakat, pelaksanaan berbagai perayaan dan keikutsertaan masyarakat luas dalam perayaan dan pelaksaan festival ini.

“Pemerintah Daerah tentu mendukung usaha kreatif dan usaha lain yang timbul akibat digelarnya festival pamalayu ini. Produksi dan penjualan kaos dan souvenir lain tentang Festival Pamalayu ini contohnya. Silakan inbox ke kita produk hasil usaha masyarakat terkait Festival Pamalayu, berupa foto dan deskripsi produk, InsyaAllah akan kita bantu promosi melalui kanal media social yang humas punya”, kabag humas. *

Berbasis Audio